kewajiban membaca al-quran
Ceramah
I
Iriyani Fadirubun
6 Mei 2026
5 menit baca
2 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَا...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْعَزِيزِ: "إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ" (فاطر: 29).
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Hadratul Mukarramin, para alim ulama, kyai, ustadz, ustadzah yang senantiasa kami ta’dzimi. Serta seluruh santriwan dan santriwati yang insya Allah dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala atas segala nikmat yang tiada terhingga, hingga pada kesempatan yang berbahagia ini kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini dalam rangka menuntut ilmu dan memperdalam pemahaman kita tentang ajaran agama Islam. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh umatnya yang senantiasa mengikuti jejak perjuangannya hingga akhir zaman.
Hari ini, kita akan bersama-sama merenungi sebuah tema yang sangat krusial, tema yang menjadi pondasi keimanan dan cahaya hidup kita di dunia dan akhirat, yaitu kewajiban membaca Al-Qur'an. Mengapa saya katakan kewajiban? Karena Allah sendiri yang memerintahkan dan menjanjikan keutamaan luar biasa bagi siapa saja yang gemar membaca dan mengamalkan Al-Qur'an.
Para santriku yang dirahmati Allah, Al-Qur'an bukan sekadar kitab suci yang indah dibaca atau dihafal. Al-Qur'an adalah petunjuk hidup dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, firman-Nya yang menjadi obat hati, penyejuk jiwa, dan penuntun langkah kita. Allah Ta'ala berfirman dalam surat Al-Isra ayat 9: "إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا". Yang artinya, "Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling benar dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar."
Ayat ini menegaskan betapa agungnya Al-Qur'an sebagai pembimbing. Ia tidak hanya menunjuki jalan yang lurus, tetapi juga memberikan kabar gembira tentang balasan yang berlipat ganda bagi mereka yang beriman dan beramal saleh berdasarkan petunjuk-Nya. Membaca Al-Qur'an adalah langkah awal untuk mendapatkan petunjuk dan kebahagiaan sejati.
Bagaimana tidak, setiap huruf yang kita baca dari Al-Qur'an akan mendatangkan sepuluh kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: "مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، ولامٌ حَرْفٌ، وميمٌ حَرْفٌ" (HR. Tirmidzi). Bayangkan, hanya dengan membaca Al-Qur'an, kita telah mengumpulkan pahala yang luar biasa. Ini adalah kesempatan emas yang Allah berikan kepada kita untuk terus meningkatkan timbangan amal kebaikan kita.
Namun, kewajiban membaca Al-Qur'an bukan hanya sekadar melafalkan hurufnya. Lebih dari itu, ia menuntut kita untuk memahami maknanya, merenungi ayat-ayatnya, dan yang terpenting, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur'an adalah cermin kehidupan kita. Apa yang ada dalam Al-Qur'an seharusnya tercermin dalam perilaku kita.
Para santri yang saya banggakan, di lingkungan pondok pesantren ini, kita memiliki kesempatan yang sangat berharga untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur'an. Jadikanlah waktu-waktu luang kita untuk tadarus, muraja'ah hafalan, atau sekadar membaca dan merenungi maknanya. Jangan jadikan Al-Qur'an hanya sebagai pajangan di lemari atau dibaca hanya saat ada acara-acara keagamaan. Al-Qur'an adalah sahabat sejati yang akan menemani kita di setiap linimasa kehidupan.
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, "Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur'an, akan terasa lapang bagi penghuninya, banyak kebaikannya, dan akan dihadiri oleh para malaikat, serta akan menjauhi para setan. Sesungguhnya rumah yang tidak dibacakan di dalamnya Al-Qur'an, akan terasa sempit bagi penghuninya, sedikit kebaikannya, dan akan dijauhi oleh para malaikat serta akan dihadiri oleh para setan." (HR. Ad-Darimi). Ini menunjukkan betapa besar pengaruh Al-Qur'an dalam menciptakan atmosfer kedamaian dan keberkahan dalam rumah tangga, bahkan dalam lingkungan kita belajar ini.
Memahami kewajiban membaca Al-Qur'an juga berarti kita harus berusaha untuk membaca dengan benar. Mempelajari tajwid, makhraj huruf, dan sifat-sifat huruf adalah bagian dari ikhtiar kita untuk membaca kalamullah dengan tartil dan syahdu. Imam Syafi'i rahimahullah berkata, "Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an tanpa ilmu tajwid, maka ia berdosa, karena dengan membaca tanpa tajwid itu ia akan merusak makna Al-Qur'an." Hal ini penting untuk kita sadari sebagai penuntut ilmu, bahwa kesungguhan dalam membaca Al-Qur'an adalah bentuk penghormatan kita kepada firman Allah.
Bagaimana cara kita menumbuhkan kecintaan untuk membaca Al-Qur'an? Pertama, niatkan karena Allah Ta'ala. Kedua, bacalah secara rutin, meskipun hanya beberapa ayat setiap hari. Konsistensi jauh lebih baik daripada membaca banyak namun tidak teratur. Ketiga, pahami terjemahan dan tafsirnya agar kita dapat meresapi makna yang terkandung di dalamnya. Keempat, amalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Kelima, carilah teman atau kelompok untuk tadarus bersama, ini bisa menjadi motivasi tersendiri.
Ingatlah selalu janji Allah bagi orang-orang yang tekun membaca dan mengamalkan Al-Qur'an. Mereka akan mendapatkan syafa'at di hari kiamat, akan dinaikkan derajatnya di surga, dan akan menjadi keluarga Allah di dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "يَأْتِي صَاحِبُ الْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، حَلِّهِ فَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ، ثُمَّ يَقُولُ: يَا رَبِّ، ارْضَ عَنْهُ فَيُرْضَى عَنْهُ، ثُمَّ يَقُولُ: يَا رَبِّ، سَكِّنْهُ فِي هَذِهِ الجَنَّةِ، فَيُقَالُ لَهُ: اقْرَأْ وَارْقَ، فَكُلُّ آيَةٍ بِمَنْزِلَةِ دَرَجَةٍ. يَقُولُ: أَوْ جَدِّي؟ أَوْ أَبِي؟ حَتَّى يَنْتَهِيَ إِلَى آخِرِ شَيْءٍ وَمَعَهُ، فَيُقَالُ: اقْرَأْ وَارْقَ. حَتَّى مَنْ بَلَغَ آيَةً قَدْ تَعَلَّمَهَا، فَلَهُ دَرَجَةٌ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ بَلَغَهَا" (HR. Tirmidzi). Sungguh sebuah kemuliaan yang tiada tara.
Maka dari itu, wahai para santriku, mari kita jadikan membaca Al-Qur'an sebagai kebutuhan primer, bukan sekadar kewajiban yang dibebani. Jadikan ia sebagai teman setia, sumber inspirasi, dan bekal terbaik kita di dunia dan akhirat. Jangan pernah lelah untuk terus mendekatkan diri kepada Allah melalui kalam-Nya. Niscaya, hidup kita akan dipenuhi keberkahan, ketenangan, dan kebahagiaan.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memberikan kemudahan kepada kita untuk dapat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an dengan sebaik-baiknya.
Auzubi billahi minas syaitonir rojim. Allahumma innaka ta'lamu anna Qulubana qad tawarradat, wa laqad laqiyat min ad-dunya wa dari'iha, wa taha-bubatiha, fa nawwir bil huda Hudaq. Wa zayyin bil yaqin Yaqinana, wa tawakkalna ala al-Haqqi fa lahul mukhtasaq. Allahumma in tushibna bi fadlik la nadraka ahadan, wa in tushibna bi fadlik la nadraka ahadan, wa in tu'ashibna bi 'adlik fa anta ahwal wal mu'aqab. Allahumma inna nas'alukal huda wat tuqa wal 'afaf wal ghina. Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina 'adzabannar. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.
Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kekhilafan dan kekurangan dalam penyampaian saya. Terima kasih atas perhatian Bapak, Ibu, audiens sekalian.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ